Merdeka.com - Pembangunan infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru belum dirasakan seluruh warga. Warga mengeluh aktivitasnya terhambat, termasuk kesulitan melintas saat mengantarkan anak ke sekolah.
BERITA TERKAIT
Kondisi rusak tersebut terjadi di Jalan Cemara, Jalan Datuk Tunggul dan Jalan Purwodadi Ujung, Kelurahan Sialang Mungguh Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Di daerah situ, berdiri Sekolah Dasar Negeri 191 dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 43 Pekanbaru.
"Ada 3 jalan yang rusak parah dan berumpur, di Jalan Cemara dan Datuk Tunggal dan Purwodadi Ujung. Di ketiga ujung jalan itu sama-sama tak beraspal panjang sekitar 500 meter," ujar Susanti, salah satu warga jalan Datuk Tunggul saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (25/4).
Susanti menyebutkan, jalan itu pernah dilakukan pengerasan 4 tahun lalu. Namun, di ujung jalan itu malah tidak diaspal. Akibatnya, bila turun hujan, jalanan berlumpur seperti kubangan sapi.
"Malahan lebih bagus lagi kubangan sapi dari pada jalan kami ini. Saya pernah lihat di depan mata kepala saya sendiri, ada orang mau pergi ke kantor, jatuh ke lumpur. Kotor semua bajunya, balik lagi dia ke rumahnya, ketus Susanti.
Suprapto, warga lainnya juga mengatakan hal yang senada. Dia mengeluh setiap hari mengantar anak ke sekolah dengan sepeda motor harus berjuang melintasi jalan berlumpur.
"Kadang kami lewat jalan lain, tapi lebih jauh lah. Sampai tiga kali lipat jauhnya. Tidak ada yang berani melintas karena lumpur dan lubang yang dalam setelah turun hujan, seperti zaman penjajahan pula," jelas Suprapto.
Suprapto menyebutkan, di ujung jalan itu berdiri SDN 191, di Jalan Cemara dan di Datuk Tunggul ada SMPN 43 yang baru dibangun, dan baru tahun ini menerima siswa. Warga meminta Pemerintahan Kota Pekanbaru, untuk memperbaiki dan mengaspal jalan agar memudahkan mereka mengantar anak sekolah.
"Tolong lah penuhi janji-janji pak Walikota Pekanbaru yang dulu mau memperbaiki jalan. Kasihan anak-anak sekolah ini, mau menuntut ilmu pun seperti mau perang gerilya, banyak jebakannya, kata Faisal, warga setempat lainnya.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Saad belum merespon. Pesan singkat yang dikirim juga belum terbalas. [noe]
https://www.merdeka.com/peristiwa/lebih-bagus-kubangan-sapi-daripada-jalan-kami.html
No comments:
Post a Comment