
Merdeka.com - Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Victor Siagian mengungkapkan, tim gabungan pencarian buaya akan berkeja selama 7 hari. Terhitung mulai hari ini. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Seribu menjadi inisiator tim gabungan pencarian buaya.
BERITA TERKAIT
"Sepakat tadi saya sama pak bupati tujuh hari kita cari. ini pencarian pertama," ujar Victor, ketika dihubungi wartawan, Minggu (17/6).
Waktu pencarian bersifat situasional. Jika dalam waktu 7 hari buaya tidak juga muncul dan tidak ditemukan maka pencarian berakhir. Namun, jika buaya tersebut kembali muncul, maka waktu pencarian akan ditambah.
"Tujuh hari kita rencananya. (Tapi) kita lihat situasi," katanya.
Tim gabungan diturunkan untuk menyisir 4 titik wilayah pencarian sang buaya. Tim Damkar menyisir sepanjang daerah Ancol, selanjutnya ada tim Basarnas yang menyisir ke arah Kali Adem adem dari Marina Ancol. Kemudian ada juga tim TNI AL yang menyisir ke dekat lokasi awal penemuan buaya, Pondok Dayung dan tim terakhir yaitu gabungan dari sejumlah tim kepolisian, seperti Polres, Satpol PP dan Polair yang menyisir ke sepanjang wilayah laut.
Setiap hari mereka akan menyisir keempat wilayah pencarian itu dari pagi hingga sore. Mereka menyisir menggunakan 11 kapal yang masing-masing bertanggung jawab terhadap sektor wilayah pencariannya. Tim pencarian itu juga melibatkan pawang buaya dari Taman Margasatwa Ragunan. Sebab, mereka dianggap lebih berpengalaman terhadap hewan tersebut.
Sejumlah peralatan disiapkan untuk menangkap buaya. Mulai dari tali jaring hingga galah. "Menyesuaikan dilapangan seperti tali jaring, bawa galah yang ada moncongnya dari marga satwa," sebut Victor.
Victor menuturkan, posko dari tim gabungan pencari buaya akan dipusatkan di Mako Polres Kepulauan Seribu.
"Kita buat patroli gabungan, poskonya kita pusatkan di mako polres. Gabungannya dari satpol pp pemprov, basarnas, damkar juga, tni al, taman margasatwa ragunan," tuturnya.
Total personel tim gabungan tersebut berjumlah 109 personel dengan rincian:
1. TNI AL: 15
2. Koramil: 4
3. Polres: 25
4. Dit Polair: 18
5. Damkar: 25
6. Pol PP: 6
7. Kan SAR: 7
8. JAA: 5
9. Tim Ragunan: 4
Reporter: Yunizafira Putri
Sumber: Liputan6.com [noe]
No comments:
Post a Comment