
Merdeka.com - PT Pertamina (persero) tidak bisa memenuhi komitmennya menjual kembali Premium di 571 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ditargetkan pada H-7 Lebaran Idul Fitri. Terbukti, sampai H-3 baru 530 SPBU yang terealisasi.
BERITA TERKAIT
Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa mengatakan, PT Pertamina (Persero) ditugaskan BPH Migas untuk menyalurkan Bensin RON 88 (Bensin Premium) pada 2.090 SPBU di Jawa, Madura dan Bali (Jamali), dengan rincian 1.519 SPBU yang sebelumnya telah menyalurkan Bensin Premium, serta tambahan 571 SPBU yang akan menyalurkan kembali Premium.
"Sesuai komitmen PT Pertamina (Persero) bahwa ditargetkan 571 SPBU tersebut sudah menjual kembali Bensin Premium paling lambat H-7," kata Fanshurullah, di Jakarta, Kamis (14/6).
Fanshurullah mengungkapkan, sesuai informasi dari Pertamina, sampai dengan Selasa 12 Juni 2018 pukul 21.30 WIB atau H-3 Lebaran Idul Fitri, dari 571 SPBU yang ditargetkan menyalurkan kembali Premium, baru terealisasi sebanyak 530 SPBU yang menjual kembali Premium.
Sedangkan sisanya sebanyak 41 SPBU mengalami kendala dalam menjual kembali Premium, kendala teknis tersebut antara lain tangki timbun yang belum siap, perlu perbaikan perpipaan, dan adanya keengganan atau keraguan pemilik SPBU untuk menjual kembali Bensin Premium.
Atas kondisi tersebut, BPH Migas meminta kepada Pertamina untuk memberikan target waktu kepada para pemilik SPBU yang telah ditunjuk, agar menyalurkan kembali Bensin Premium paling lambat pada Jumat 15 Juni 2018 dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Selanjutnya, kepada SPBU yang belum dapat memenuhi target dapat diberikan peringatan atau sanksi sesuai aturan yang berlaku," tandasnya.
Penyaluran Premium kembali di Jamali merupakan amanah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 8 ayat (2), bahwa Pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan kelancaran Pendistribusian Bahan Bakar Minyak yang merupakan komoditas vital dan menguasai hajat hidup orang banyak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, oleh sebab itu telah diterbitkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, sebagaimana telah direvisi dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Khusu Penugasan di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Provinsi Bali yang telah ditindaklanjuti dengan diterbitkannya SK Kepala BPH Migas Nomor 18/P3JBKP/BPH MIGAS/KOM/2018 tanggal 30 Mei 2018 dengan perkembangan sebagai berikut:
BPH Migas, sesuai Amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Pasal 8 bertugas mengatur dan mengawasi ketersediaan dan kelancaran pendistribusian Bahan Bakar Minyak di seluruh wilayah NKRI termasuk pendistribusian Premium RON 88 (Bensin Premium) sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) di Jamali.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com [idr]
https://www.merdeka.com/uang/pertamina-gagal-penuhi-target-571-spbu-kembali-jual-bensin-premium.html
No comments:
Post a Comment